Waspada Hantavirus, Penyakit dari Tikus yang Bisa Menyerang Ginjal
Murtigading (27/10/25). Tikus bukan hanya meresahkan karena merusak barang atau mengotori rumah, tetapi juga bisa membawa penyakit berbahaya. Salah satunya adalah hantavirus, virus yang dapat menyerang ginjal dan mengancam keselamatan manusia. Penyakit inveksi akibat virus orthohantavirus yang ditularkan oleh hewan pengerat seperti tikus dan celurut.
Menurut keterangan dari sejumlah sumber kesehatan, hantavirus menular melalui air seni, kotoran, atau air liur tikus yang terinfeksi. Penularan bisa terjadi saat manusia bersentuhan langsung dengan kotoran tikus, atau menghirup debu yang sudah tercemar. Masyarakat perlu tahu bahwa virus ini tidak menular dari manusia ke manusia, melainkan dari tikus ke manusia.
Infeksi hantavirus dapat menyebabkan penyakit demam berdarah dengan sindrom ginjal atau Hemorrhagic Fever with Renal Syndrome (HFRS). Penderitanya bisa mengalami gejala seperti:
-
Demam tinggi mendadak, >38.5 C selama 3-8 hari
-
Nyeri kepala, punggung, dan perut
-
Kuning/ ikterik
-
Perdarahan seperti mimisan, muntah darah, pendarahan di mata
-
Produksi urine berkurang karena gangguan fungsi ginjal
Jika tidak segera mendapat perawatan, penyakit ini dapat menyebabkan gagal ginjal bahkan kematian. Karena belum ada vaksin atau obat khusus untuk hantavirus, pencegahan menjadi langkah terbaik. Warga diimbau untuk menjaga kebersihan lingkungan agar terhindar dari serangan tikus. Beberapa hal yang bisa dilakukan antara lain:
-
Tidak menyentuh mata, hidung, mulut saat tangan kotor
-
Upayakan lingkungan rumah tetap bersih dan terjaga
-
Nutrisi seimbang untuk meningkatkan daya tahan tubuh
-
Tikus dibasmi dan cairan yang mengontaminasi dibersihkan
-
Alat pelindung diri dipakai saat bersawah dan berkemah
-
Selalu cuci tangan setelah beraktivitas
Pemerintah kalurahan dan masyarakat diharapkan dapat bekerja sama dalam upaya menjaga kebersihan dan melakukan pengendalian hama tikus. Langkah kecil seperti membersihkan gudang, menata tempat sampah, dan menutup saluran air dapat membantu mencegah penularan penyakit berbahaya ini. _ek
sumber: Puskesmas Sanden